Berbicara tentang batik tidak pernah akan terlepas dari motif dan warna yang menjadi daya tarik utama dari batik itu sendiri. Ada beberapa jenis zat warna yang digunakan dalam proses pembuatan batik, antara lain naptol, zat warna asam, direk dan banyak lagi jenis-jenis zat warna lainnya. Kini pewarna alam kembali diminati dan berkembang dikalangan pembuat batik walaupun lebih rumit pembuatannya. Alasan utamanya adalah pewarna alam lebih ramah lingkungan dan otomatis hasil warnanya lebih natural..lebih sejuk dipandang mata.
Bahan utama yang digunakan untuk membuat pewarna alam ini dapat ditemukan di sekitar kita, bunga, kulit buah bahkan kulit kayu juga dapat dimanfaatkan. Cara pembuatannya pun cukup sederhana, kita hanya perlu mencuci material yang akan dipergunakan, lalu dipotong kecil-kecil dan direbus minimal 12 jam. Semakin lama kita merebusnya semakin bagus hasil pewarnaannya.
Untuk mendapatkan warna ungu kita dapat memakai kulit buah manggis, warna coklat, abu-abu, dan hitam dapat digunakan kulit rambutan, untuk warna kuning dan oranye kita dapat mencoba menggunakan kunyit. Dan pastinya masih banyak bahan-bahan lain yang dapat dipergunakan untuk dijadikan zat warna alam…mengapa tidak kita coba berkreasi dengan bahan-bahan disekitar kita..terutama bahan yang sudah tidak dapat kita pergunakan,lagi pula dapat kita gunakan menjadi alternatif daur ulang yang cukup menarik.
Pewarna alam apakah tidak cepat pudar..? Biasanya bisa bertahan berapa lama..?
batik dengan pewarnaan alam relatif lebih cepat pudar dibanding dengan pewarna kimiawi. untuk daya tahan batik dengan pewarnaan alam tergantung cara kita merawatnya,posting saya http://batikpekalongan.wordpress.com/2007/09/30/cara-merawat-batik-dengan-pewarna-alam/ juga dapat membantu anda mengetahui cara merawat batik
Pewarna alam? Siapa yg suka? Siapa yg pake? Siapa yg peduli? Siapa yg gembar-gembor?
adakah kaedah lain yang boleh kita perolehi untuk menghasilkan warna dari sumber alam ini.maksudnya kita tahu bagimana untuk mendapatkan warna alam itu iaitu dengan melakukan proses merebus dan menapis(warna dalam bentuk cecair),tetapi petanyaan saya boleh kongsi kaedah proses mendapatkan warna dari sumber alam dalam bentuk serbuk.contoh bagaimana proses sebegini dilakukan.kerana saya ada mendapt maklumat dimana masyarakat indonesia banyak melakukan proses ini dalam bentuk serbuk.terima kasih.