Batik Pagi Sore

Desain batik pagi sore mulai ada pada jaman penjajahan Jepang. Pada waktu itu karena sulitnya hidup, untuk penghematan, pembatik membuat kain batik pagi sore. Satu kain batik dibuat dengan dua desain motif yang berbeda. Sehingga jika pada pagi hari kita menggunakan sisi motif yang satu, maka sore harinya kita dapat mengenakan motif yg berbeda dari sisi kain yang lainnya,jadi terkesan kita memakai 2 kain yang berbeda padahal hanya 1 lembar kain.
Tentu saja sekarang jarang sekali orang yang memakai kain kebaya (jarik) untuk sehari-hari, tetapi motif pagi/sore masih banyak di buat pada produk batik lainnya. Biasanya kain sutra ada yang dibuat 2 motif pada satu lembar kain jadi dapat dibuat dua baju, ada pula scarf yang biasa dipakai untuk jilbab, dibuat setengah polos dan setengah motif.
Batik pagi sore memang alternatif untuk memiliki ragam batik dengan biaya terbatas.

Published in: on November 3, 2007 at 7:49 pm Comments (6)
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: http://batikpekalongan.wordpress.com/2007/11/03/batik-pagisore/trackback/

RSS feed for comments on this post.

6 Comments Leave a comment.

  1. wew nice blog…
    btw ga ada gambar2 batiknya yah
    *ceriwit*

  2. eh kok tau banyak banget sih??
    nanti boleh ya tanya2…soalnya aq mau bkn usaha yg salah satu bahan bakunya ya kain batik ini :)

  3. boleh…boleh….bisa kerja sama dong mas ekowanz, saya juga lagi belajar bikin usaha batik dirumah, makanya pengen mempelajari batik, dan pernak perniknya. kalo ke pekalongan boleh dong mampir….

  4. Hey Tiq,
    Aku mo beli kain batik dengan background cerita masing-masing corak batik. Ada price list-nya gak?
    Thanks, Yayan

  5. kalo bisa kasih contoh gambarnya yaaa
    cz kemaren Q da tugas mbuat kliping batik
    kl ada gambarnya sekalian kan enak
    makasiiih

  6. [...] dengan motif dan warna yang mirip kimono Jepang. Pada umumnya batik jawa hokokai ini merupakan batik pagi-sore. Pada tahun enampuluhan juga diciptakan batik dengan nama tritura. Bahkan pada tahun 2005, sesaat [...]


Leave a Comment