Dibalik semua keindahan Batik Pekalongan yang penuh variasi warna, tersimpan satu masalah yang cukup membahayakan bagi lingkungan, yaitu limbah. Karena hampir semua produsen batik di Pekalongan masih memakai cara tradisional dalam pembuatan batik, maka rata-rata mereka jarang sekali ada yang memperhatikan limbah buangan sisa pencelupan dan ddapat mencemari lingkungan, karena kebanyakan hanya dibuang ke saluran air yang akhirnya bermuara di sungai. Lihatlah saluran air yang berwarna merah ini.
Perlu dipikirkan bagaimana cara menangani limbah yang ekonomis dan praktis sehingga tidak menjadikan masalah unuk sosialisasinya. Adalah tugas kita bersama pemerintah untuk ikut memperhatikan kondisi lingkungan…
Betul banyak limbah di Pekalongan. Bahkan produksi kerajinan tenun di sana pun pakai pewarna kimia yang limbahnya mengotori sungai yang membelah di tengah perkampungan. Itu sudah saya lihat di awal tahun 2000-an. Dan pastinya di kota-kota lain yang memiliki industri serupa harus memikirkan soal limbah.
@Rini
memang sepertinya Indonesia kurang memperhatikan masalah lingkungan ya
batik tu baguzz,,saya juga suka batik, bahkan sekarang lagi meneliti bagaimana cara mengatasi limbah batik,,susah juga,,,
oy kalo dari temen2 ada yang tau ga’ sebenarnya proses industri batik di indonesia tu sudah berlangsung berapa lama tho??
Yah itulah pekalongan…
saya pernah tinggal di kota ini dari th 1992-1995…
saat itu saja selokan di kota pekalongan sudah sangat tercemari dengan limbah batik…
gak tahu sekarang???? mungkin sangat kotor atau mungkin sudah diatasi dengan baik pencemaran lingkungan ini…
mari warga pekalongan bersama-sama selamatkan bumi dengan tidak membuang limbah ke selokan…
STOP GLOBAL WARMING NOW>>>>>>
jangan terlalu berharap untuk perbaikan kondisi lingkungan selama para pengambil kebijakan tidak memberikan contoh pengelolaan lingkungan yang baik
saya tinggal di pekalongan dan melihat sendiri limbah batik yang mewarnai banyak selokan di sini, dengar2 ada yang mencoba mengembangkan batik dengan pewarna alami tapi hasilnya belum sebagus batik dengan pewarna bahan kimia. ya…semoga saja ada kemajuan yang signifikan dalam menyelesaikan masalah limbah batik ini
untuk penanganan limbah tak dukung, tentunya dengan perhitungan yang matang(tanpa menutup home industry batik)
gimana pemerintah daerah sampai segitu parahnya limbah batik di Pekalongan!!!!
solusinya satu, kita harus ada kemauan
Kalau mau saya punya solusinya, dengan tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi dan mudah untuk digunakannya. MAUUUU GAA !!!???